Sumitra Sumadja
Medi adalah sosok manusia legendaris ‘memedi’ masa kini. Karya puisinya bisa jenaka, bisa nggegirisi. Seniman satu ini kelihatan begasakan tapi hatinya lembut. Ia punya anak empat, satu istri. “Hidup tanpa beban” artinya hidup dia jalani sesuai kudrot irodah Tuhan. Talenta sebagai karunia Tuhan dia perjuangkan dalam hidupnya walaupun tak diperdulikan orang. Pernah suatu ketika diforum seorang hamba Allah memberikan uang sebanyak Rp 300000,-. Kang Medi dengan lantang berkata” ma’af , tidak kerja kok dikasih uang”. Sang hamba Allah menjawab ” lho, anda tadi bersuara lantang (bicaramu), apa itu nggak kerja”. Dia diam tak menjawab, raut mukanya tenang nampak tak tergoda untuk menerima uang itu. Meskipun mungkin tak mampu berargument banyak atau memang tak mau beradu argument, dia tetap bersikukuh untuk menolah uang itu. Mungkin dia tidak menganggap dirinya seniman ataupun kalau dia seniman, dia ‘tidak mudah menjual’ karya seninya itu.
Kang Medi tidak memperdulikan dirinya siapa. Seorang seniman, tukang becak, tukang foto, atau bahkan tukang-tukangan. Prinsip hidupnya adalah ‘No Reken‘ atau belajar mensyukuri. Barangkali dia belajar ‘bertapa dalam kegelapan’, mengoyak senang dan derita, menafsiri amsal-amsal kehidupan dengan harapan menemukan seberkas cahaya diatas cahaya.
Jama’ah Maiyah Padhang mBulan, Bangbang Wetan.
Sumitra Sumaja
Profesi : Guru
Alamat : Jl. Kenjeran 555-G Surabaya
Konco nglesot nang Bangbangwetan
Juara utowo penulis Terbaik dengan karya 9 Cahaya kilatan


